Festival Qingming juga dikenal sebagai Festival Taqing. Ini adalah salah satu festival tradisional Tiongkok dan salah satu festival pengorbanan terpenting. Ini adalah hari pemujaan leluhur dan pembersihan kuburan.
Festival Qingming tradisional berkebangsaan Han Tiongkok dimulai sekitar Dinasti Zhou dan memiliki sejarah lebih dari 2.500 tahun. Dipengaruhi oleh budaya Han, kelompok etnis Manchu, Hezhe, Zhuang, Oroqen, Wa, Tu, Miao, Yao, Li, Shui, Jing, dan Dong Tiongkok juga semuanya memiliki adat istiadat Festival Qingming. Meskipun adat istiadatnya berbeda-beda di setiap tempat, pengorbanan makam dan pemujaan leluhur serta wisata tamasya adalah tema dasarnya.
Festival Qingming awalnya mengacu pada lima belas hari setelah ekuinoks musim semi. Pada tahun 1935, pemerintah Republik Tiongkok menetapkan tanggal 5 April sebagai hari libur nasional Festival Qingming, yang juga dikenal sebagai Festival Pembersihan Makam Nasional. Pada tanggal 20 Mei 2006, dengan persetujuan Dewan Negara, Festival Qingming dimasukkan dalam daftar warisan budaya takbenda nasional gelombang pertama.
Festival Ching Ming merupakan festival pemujaan leluhur termegah bangsa Tiongkok. Festival Qingming melambangkan semangat nasional, mewarisi budaya pengorbanan peradaban Tiongkok, dan mengungkapkan perasaan moral masyarakat yang menghormati leluhur, memuja leluhur, dan mengikuti cerita. Festival Qingming memiliki sejarah yang panjang, bermula dari kegiatan festival musim semi pada zaman dahulu, dan festival musim semi dan musim gugur yang kedua, yang telah berlangsung pada zaman dahulu. Perumusan kalender Ganzhi kuno menjadi prasyarat terbentuknya festival tersebut. Kepercayaan leluhur dan budaya pengorbanan menjadi faktor penting terbentuknya adat istiadat leluhur dalam Festival Qingming. Festival Qingming memiliki sejarah panjang dan merupakan sintesis dan sublimasi dari adat istiadat festival musim semi tradisional.
Istilah matahari Qingming adalah salah satu dari dua puluh empat musim tertentu dalam kalender Ganzhi untuk menunjukkan perubahan musim. Saat ini Tutu masih baru, penuh vitalitas, suhu meningkat, semuanya bersih, dan bumi menampilkan gambaran musim semi dan Jingming. Tur musim semi) dan Xingqing (festival makam) adalah waktu yang menyenangkan. Festival Qingming kaya akan tradisi dan dapat diringkas menjadi dua tradisi festival: yang pertama adalah menghormati leluhur, dan menjaga jarak dengan hati-hati; yang lainnya adalah pergi jalan-jalan dan dekat dengan alam. Festival Qingming memiliki sifat dan kemanusiaan. Ini adalah istilah matahari dan festival. Festival Qingming tidak hanya bertema pengorbanan, mengingat, dan berpikir, tetapi juga bertema jalan-jalan serta kegembiraan jiwa dan raga. Telah tercermin dengan jelas. Melalui perkembangan sejarah, Festival Qingming menggabungkan adat istiadat Festival Makanan Dingin dan Festival Shangying, serta memadukan berbagai jenis adat istiadat rakyat menjadi satu. Ini memiliki konotasi budaya yang sangat kaya.
Waktu posting: 03 April 2020



